RSS

Bahasa 9@40o3lszz di Kalangan Remaja


Bahasa merupakan instrumen terpenting dalam kehidupan manusia. Bahasa adalah simbol-simbol yang digunakan untuk menyatakan gagasan, ide, dan perasaan orang kepada orang lain. Mustahil manusia dapat hidup tanpa bahasa. Seluruh aktivitas manusia pasti menggunakan bahasa. Mulai dari bangun tidur, makan, mandi, sampai tidur lagi, atau melakukan berbagai aktivitas manusia lainnya, tidak luput dari adanya penggunaan bahasa. 

Bahasa memiliki berbagai variasi atau ragam bahasa. Hartman dan Stork (1972) membedakan variasi berdasarkan kriteria (a) latar belakang geografi dan sosial penutur, (b) medium yang digunakan, dan (c) pokok pembicaraan. Variasi atau ragam bahasa menyangkut semua masalah pribadi para penuturnya, seperti usia, pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat kebangsawanan, keadaan sosial ekonomi, dan sebagainya. 

Berdasarkan usia, kita dapat melihat perbedaan variasi bahasa yang digunakan oleh anak-anak, para remaja, orang dewasa, dan orang yang tergolong lanjut usia. Bahasa gaul atau bahasa ABG adalah ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan di Jakarta pada tahun 1980-an hingga saat ini. Pada masa sekarang, bahasa gaul banyak digunakan oleh kawula muda. Bahasa ini bersifat temporal dan rahasia. Mengapa demikian? Sebab, hanya generasi bersangkutan sajalah (kawula muda) yang dapat mengartikannya. 



Bahasa ini juga bersifat temporal karena kelak jika ada bahasa gaul baru yang lebih "fenomenal" maka bahasa gaul yang lama akan ditinggalkan. Faktor kerahasiaan ini menyebabkan kosakata yang digunakan dalam bahasa gaul sering kali berubah. Para remaja menggunakan bahasa gaul ini dalam ragam lisan dan ragam tulis, atau juga dalam ragam berbahasa dengan menggunakan media tertentu, misalnya, berkomunikasi dalam jejaring sosial. 

Jejaring sosial merupakan media yang banyak digunakan para remaja untuk saling berkomunikasi. Di jejaring sosial, para penutur bahasa gaul saling berdialog melalui ragam tulis. Dalam berbahasa tulis, penutur bahasa gaul sering menciptakan kosakata baru yang mereka gunakan untuk berkomunikasi. Penggunaan kosakata bahasa gaul yang ada dalam jejaring sosial terus berkembang dan berganti mengikuti tren. 

Para penutur biasanya mengikuti bahasa gaul yang digunakan oleh para artis ibukota. Misalnya, adanya kata “Sesuatu” yang merupakan judul lagu yang dinyanyikan Syahrini. Adanya kalimat, “Terus gue harus bilang, wow, gitu?” Dengan jawaban, “Emang iya? Terus masalah buat lo?” yang sering dikatakan oleh Soimah, penyanyi solo dan presenter acara televisi. 



Apa yang menyebabkan munculnya fenomena "bahasa gaul" ini? Menurut penulis, para remaja memerlukan bahasa tersendiri dalam mengungkapkan ekspresi diri. Bahasa gaul diperlukan oleh para remaja agar dapat menyampaikan hal-hal yang dianggap tertutup bagi kelompok usia lain atau agar pihak lain tidak dapat mengetahui apa yang sedang dibicarakannya. 

Ciri remaja yang penuh petualangan, pengelompokan, dan nakal juga tercermin juga dalam bahasa mereka. Keinginan untuk membuat kelompok eksklusif menyebabkan mereka menciptakan bahasa rahasia (Sumarsana dan Partana, 2002:150). Beberapa kata yang sering dijumpai dalam “status” para pengguna jejaring sosial, antara lain untuk menyatakan kata saya para penutur bahasa gaul menggunakan kata saiia, aq, q, ak, gw, gua, w, akoh, aqoh, aqu, dan ane. Kemudian, untuk menyatakan kamu penutur bahasa gaul juga menggunakan lw, elu, elo, dan ente. 

Selain kosakata di atas, ditemukan juga beberapa penggunaan angka dan huruf seperti: “…G46 PnY4 ML4m mgu G46 P4,, 6aG pnY4 Pcr G46 Pp4,,, 45Al pNy4 du11TT B4NY4kkk…. H4Rta,, T4ht4,, c1nta,,, h4ny4 C1nT4 l4hH yg Gag q m1L1ki… h4H4h4,,,45sy3ekkk…” Ada juga kosakata alay yang mengubah bahasa Indonesia menjadi bahasa yang seolah dikatakan oleh orang cadel, misalnya, kata sabar menjadi cabal, kata kasihan menjadi ciyan, kata terima kasih menjadi maacih, kata serius menjadi ciyus, kata enak menjadi enyak, kata sungguh menjadi cungguh, kata bisa menjadi bica, dan sebagainya. Dengan adanya bahasa gaul di kalangan remaja, mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi para pengajar bahasa Indonesia. 



Tetapi, hal tersebut tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Penggunaan bahasa gaul tersebut tidak menjadi ancaman yang begitu serius bagi penggunaan bahasa Indonesia karena bahasa gaul akan tumbuh bersamaan dengan perkembangan usia remaja. Hal tersebut dianggap wajar karena sesuai dengan tuntutan perkembangan pribadi usia remaja, yang sering memiliki keinginan untuk hidup dengan kelompoknya dengan menciptakan bahasa rahasia dalam kelompoknya tersebut sehingga bahasa gaul yang digunakan dalam suatu kelompok remaja sering kali hanya dapat dimengerti oleh anggota kelompok mereka sendiri.

Tetapi, ketika mereka berada di luar kelompoknya mereka akan kembali menggunakan bahasa lain yang berlaku secara umum di lingkungan tempat di mana mereka berada. Jadi, penggunaan bahasa gaul itu tidak mengganggu pada penggunaan bahasa Indonesia. Kita sebagai pemilik bahasa Indonesia sudah seharusnya merasa bangga ketika kita dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Oleh karena itu, mulai dari diri kita cintailah bahasa Indonesia. Gunakanlah bahasa Indonesia dengan penuh kebanggaan. Mari kita buktikan bahwa adanya penggunaan bahasa gaul atau bahasa asing tersebut tidak menjadi ancaman bagi penggunaan bahasa Indonesia.



Daftar Pustaka:

Chaer, Abdul dan Leoni Agustina. 2004. Sosiolinguistik. Jakarta: Rineka Cipta.

http://dunia-panas.blogspot.com/2010/07/40-arti-bahasa-gaul-di-facebook.html diakses pada 28 November 2012, 23:41:15.

http://kamusgaul.com/content/bahasa-gaul-0 diakses pada 28 November 2012, 23:11:09.

http://bahasa.kompasiana.com/2012/09/05/penggunaan-bahasa-gaul-dalam-jejaring-sosial/ diakses pada 28 November 2012, 23:43:02.

Oleh: Monica Devi Kristiadi XI IPA I / 19

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS